Soroti Infrastruktur Ketapang

PONTIANAK (8 Maret) : ANGGOTA Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie berjanji akan memperjuangkan pembangunan di Kalbar, termasuk Ketapang. Terlebih, diakui legislator Senayan asal Kalbar tersebut jika Ketapang merupakan daerah strategis.

"Salah satunya terkait perumahan dan pemukiman dan infrastruktur jalan," kata dia saat melakukan kunjungan kerja ke Ketapang, Selasa (7/3).

Saat ini, diakui dia jika permasalahan yang banyak ditemuinya, khususnya di daerah pedalaman adalah terkait infrastruktur jalan. "Mudah-mudahan Pemerintah Pusat merespons cepat aspirasi ini," kata wakil rakyat yang tergabung di Komisi V tersebut.

Abdullah tak memungkiri jika Ketapang telah dimasuki investasi yang sudah dibangun, tentunya perhatian terhadap persoalan bandara, pelabuhan, dan akses jalan menjadi penekanan. Terlebih persoalan Bandara Rahadi Osman Ketapang, diakui dia, kurang memadai. Saat ini, dari yang dia ketahui jika landasan pacunya hanya sekitar 1.700 meter saja, sehingga tidak bisa digunakan untuk pesawat boeing. Diungkapkan dia, untuk pembangunan bandara dan pelabuhan memang ada kesempatan. Saat ini saja, dia menambahkan, sedang penyelesaian bandara di Sintang dan mudah-mudahan tahun ini selesai. "Jadi saya harap kalau Ketapang mau mengadakan bandara, yang paling penting lahannya tersedia. Maka saya akan berusaha memperjuangkannya, karena kita tidak mau ketika diperjuangkan lahannya belum ada," jelas legislator Partai Nasdem tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ketapang, Donatus, yang hadir dalam pertemuan me-nyampaikan.beberapa hal terkait harapan kepada Abdullah, khususnya mengenai pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Ketapang. Saat ini, disebutkan dia, sudah ada beberapa ruas jalan yang berubah status menjadi ruas jalan nasional, yakni ruas jalan Nanga Tayap - Sungai Kelik - Siduk - Ketapang.

Ia berharap dorongan dan dukungan dalam membangun infrastruktur jalan yang berada di kawasan industri. Terlebih pihaknya sudah menyampaikan usulan ruas jalan Ketaparg - Pesaguan - Kend-awangan, yang merupakan kawasan industri untuk dapat didorong menjadi ruas jalan Nasional. "Karena melalui beberapa menteri yang pernah berkunjung, pak presiden menyampaikan infrastruktur yang ada belum memadai beberapa waktu lalu," katanya.

Selain itu, ia juga berharap dukungan agar adanya peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur di Ketapang. Ia menilai anggaran yang didapat saat ini masih sangat sedikit, bila dilihat dari luas wilayah dan banyaknya jalan di Ketapang. Saat ini pihaknya hanya mendapat Rp79,9 miliar. "Ini perlu dukungan Anggota DPR-RI, agar ada peningkatan dana ini,” harapnya.

Selain mengenai dana DAK, Donatus berharap untuk membantu pembangunan infrastruktur di Ketapang yang luas ini. Diharapkan dia dengan adanya sumber anggaran lainnya, misalkan pokok-pokok pikiran anggota DPR RI yang diarahkan di Ketapang. "Karena selain wilayah luas, dari data Kementerian dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memang masih ada 75 persen jalan di Ketapang rusak," ujarnya.(aji)

sumber: Pontianak Post

Share this Post:

Related Posts:

Komentar