Tutup Pintu Narkoba

Kalimantan Barat menjadi pintu masuk narkoba perlu disikapi dengan aksi nyata pemberantasannya. Kebersa­maan dan komitmen semua pihak dalam memerangi semakin meluasnya peredaran barang haram tersebut harus se­makin diperkuat. Hal tersebut diung­kapkan salah satu pengusaha dan kader Partai NasDem Kalbar, H Rusliansyah D Tolove.

"Kita prihatin Indonesia men­jadi pangsa pasar narkoba dari jarin­gan-jaringan inter­nasional, apalagi Kalimantan Barat menjadi pintu masuk. Ini teror nyata yang harus diperangi dengan maksimal," ucap sosok yang karib disapa Haji Tolove tersebut.

Menurutnya, perang terhadap narkoba ini harus diikuti dengan tidak memberi ruang bagi para pengguna, pengedar, maupun bandar serta jaringannya untuk 'hidup! "Laporkan segera bila di lingkun­gan kita diketahui ada yang menggunakan narkoba. Begitu juga pengedar jangan sampai diberi ruang, laporkan dan tang­kap," ucapnya.

Haji Tolove juga mengapresiasi BNN yang tegas terhadap pemberantasan narkoba. "Kita berharap semua aparat lain maupun semua pihak untuk tidak terlibat dengan jaringan narkoba apalagi sampai menjadi pengguna maupun beking pengedar. Hu­kum berat dan maksimal bagi pengedar maupun bandarnya, jangan diberi ampun," tegasnya.

Sosok yang masih bugar ini, juga meng­ingatkan agar perbatasan Kalbar dengan Malaysia Timur, terutama pintu-pintu tikus perlu peningkatan dan penguatan penga­wasan jangan sampai menjadi celah masuk obat-obat psikotropika ini. (ote)

Pontianak Post

 

Share this Post:

Komentar