Usut Tuntas Pengiriman Pemicu Bom

PONTIANAK - Dewan Perwaki­lan Rakyat (DPR) meminta polisi mengusut tuntas maraknya pen­giriman detonator dari Sulawesi Selatan ke Kalbar. Pasalnya, dalam waktu kurang lebih enam bulan di 2017 ini sudah dua kali upaya pen­giriman pemicu bahan peledak itu digagalkan. Hanya saja sampai sekarang tidak jelas siapa pemi­lik maupun motif pengiriman alat pemicu ledakan ke Bumi Khatulistiwa itu.

"Saya kira kalau sudah sampai dua kali, tentu ini ada satu sindikat atau satu jaringan,” kata anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Kal­bar Syarif Abdullah Alkadrie, Senin (12/6).

Karenanya, Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) di DPR itu menyatakan bah­wa persoalan ini perlu diselidiki secara tuntas. Mulai dari alur asal muasal barang, pengiriman dan penerimaan serta peruntukannya. Padahal, kata Syarif, asal mua­sal barang bisa dilacak. Dari jenis barang juga sudah bisa diketahui, apakah itu diimpor atau dibuat di dalam negeri. "Kalau dilacak pasti akan ketahuan,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Jangan pernah persoalan ini dianggap remeh mengingat barang yang ditransaksikan ini adalah bahan peledak yang berbahaya. "Khawatir ini ada jaringannya di sana (Kalbar)," kata Abdullah.

Terlebih lagi Kalbar meru­pakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tet­angga, Malaysia sehingga potensi ancaman selalu ada. "Dalam arti Kalbar bisa juga dijadikan jalur keluar masuk ke Malaysia, dan ke mana- mana. Kepolisian harus bisa mengungkap jaringan ini,” ujarnya.

Dia yakin Polri bekerja pro­fesional dan bisa mengungkap kasus ini. Syarif berharap ke­polisian tidakmenganggap ini sebagai hal biasa. "Jangan set­elah ada kejadian baru ribut- ribut. Saya melihat ini bukan soal persoalan biasa karena sudah dua kali ini ditujukan ke Kalbar," kata Politisi Partai NasDem Kalbar itu. (ody)

Share this Post:

Komentar